Statistika,
Jembatan Menuju Impian
Sebagai
mahkluk yang berakal tentu masing-masing
dari kita memiliki impian. Namun, terwujud atau tidaknya impian itu tergantung
dari masing-masing orang dalam memperjuangkannya. Impian dapat diartikan
sebagai suatu hal yang diinginkan atau didambakan oleh seseorang yang dapat
dicapai dengan melakukan suatu usaha terlebih dahulu. Begitupun dengan saya,
berkaitan dengan Program Studi Statistika yang akan saya pelajari di
Universitas Diponegoro ini, saya mempunyai impian antara lain, dapat
menyelesaikan kuliah tepat waktu, mendapat pekerjaan sesuai dengan bidang saya
kuasai, menjadi orang yang sukses dan berguna bagi orang lain.
Agar
impian itu bukan hanya menjadi sekedar mimpi,semata kita harus
memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh. Cara memperjuangkannya yaitu
mengawalinya dengan niat yang tulus dan kuat. Dengan landasan niat yang kuat
maka kita tidak akan mudah jatuh di tengah perjalanan. Kita harus mempunyai
keyakinan atau rasa optimisme bahwa kita dapat menggapai impian kita,sehingga
timbul semangat untuk terus berusaha. Setelah kita niat dan yakin kita harus
bekerja keras untuk mencapainya.
Impian
itu perlu dimiliki oleh setiap orang, karena seseorang yang memiliki impin
cendurung memiliki semangat dan motivasi untuk terus menjalani hidup dan
memiliki rencana hidup yang lebih terarah dibandingkan dengan orang yang tidak
memiliki impian dan menjalani hidup apa adanya dan tanpa target. Mereka yang
tidak memiliki impian sama halnya dengan tidak memiliki tujuan hidup. Impian
tidak harus setinggi bintang di langit, kita dapat merencakan impian –impian
yang kecil dan sederhana yang ada pada kehidupan sehari-hari kita. Misalnya
saja ketika saya masih duduk di kelas 12 SMA, saya sangat ingin menjadi salah
satu lulusan terbaik di sekolah saya, maka untuk dapat mewujudkan hal itu, saya
terus belajar dengan sungguh-sungguh dan terus berdoa. Ada kalanya seya merasa
lelah dan hamper putus asa ketika harus menghadapi materi yang menurut saya
sulit, namun dengan niat yang telah saya tanamkan pada diri saya, akhirnya saya
bangkit dan terus menyemangati diri saya sendiri. Sampai akhirnya impian saya
untuk bisa menjadi salah satu lulusan terbaik di sekolah dapat terwujud. Dalam
memilih Perguruan Tinggi pun,saya juga memiliki impian saya sendiri untuk bisa
masuk di Universitas Diponegoro, dan lebih khususnya lagi saya ingin bisa
diterima pada jurusan Statistika, dengan demikian saya bisa menggapai impian
saya untuk menjadi seorang yang Ahli pada bidang Statistik atau System Analis.
Dalam
menyusun impian,akan lebih baik jika kita memberi target waktu tertentu yang
akan kita gunakan dalam kita mewujudkan impian kita. Hal itu diperlukan agar
mimpi kita tidak hanya akan menjadi mimpi sesaat. Dengan adanya target
waktu,kita akan termotivasi untuk segera melakukan suatu usaha.
Kita
semua mengetahui bahwa untuk mendapatkan hal yang kita inginkan, terkadang
banyak halangan dan rintangan yang harus kita hadapi. Entah itu rintangan yang datang
dari dalam maupun dari luar diri kita. Maka kita harus memiliki keteguhan hati
dan sifat pantang menyerah jika kita tidak ingin berhenti di tengah jalan dan
akhirnya harus mengubur impian kita dengan sia-sia. Jangan sampai kita menjadi
putus asa dan kehilangan semuanya.
Seringkali
kita mendengar orang-orang yang mencemooh kita karena mereka menganggap kalau
impian kita yang terlalu tinggi. Untuk menghadapi hal itu sebaiknya kita jangan
terpancing dan akhirnya malah melepaskan impian kita. Justru dengan adanya hal
itu,kita dapat terpacu untuk dapat membuktikan pada diri sendiri dan orang yang
telah mencemooh kita, bahwa kita bisa. Seperti kata pepatah di dunia ini tidak
ada yang tidak mungkin. Selama kita berusaha dengan sungguh-sungguh dan berdoa
kepada Tuhan apapun bisa terjadi.
Sebagai
seorang mahasiswa dan akan menjadi orang yang pendidikan tinggi nantinya, tentu
kita memiliki banyak kesempatan untuk menyusun mimpi-mimpi dan mewujudkannya.
Bukan berarti orang yang tidak berpendidikan tinggi tidak boleh memiliki
impian, namun sebagai mahasiswa tentunya kita diberi kebebasan dan kesempatan
yang lebih untuk melakukannya. Terutama suatu impian yang bukan hanya
diperuntukkan bagi diri sendiri melainkan bagi orang banyak dan bagi bangsa
jika mungkin. Maka kita harus pandai-pandai memanfaatkan waktu dan kesempatan yang
ada untuk mencapai impian kita.
Saya
ingin menjadikan Ilmu Statistika menjadi jembatan bagi saya untuk menggapai
semua impian yang saya miliki untuk mencapai kesuksesan dan berguna bagi orang
banyak. Dengan niat yang teguh, dan semangat yang besar saya yakin saya bisa menggapai impian saya. Walaupun tentu
akan ada banyak halangan dan rintangan yang menanti di depan saya akan tetap
berusaha menguatkan diri. Jangan biarkan orang lain menghentikan impian kita. Dan
tidak lupa untuk senantiasa berdoa kepada Tuhan. Dalam target waktu 4 tahun
kedepan saya ingin lulus dengan nilai bagus dan segera bekerja serta dapat menyumbangkan
kemampuan saya untuk orang lain. Maka untuk mencapai hal itu saya akan
bersungguh-sungguh mempelajari, memahami, dan mengamalkan Ilmu Statistika dan menjadikan Statistika
sebagai jembatan menuju impian dan sukses di kemudian hari.