Sabtu, 29 Desember 2012



Statistika, Jembatan Menuju Impian

Sebagai mahkluk yang berakal tentu  masing-masing dari kita memiliki impian. Namun, terwujud atau tidaknya impian itu tergantung dari masing-masing orang dalam memperjuangkannya. Impian dapat diartikan sebagai suatu hal yang diinginkan atau didambakan oleh seseorang yang dapat dicapai dengan melakukan suatu usaha terlebih dahulu. Begitupun dengan saya, berkaitan dengan Program Studi Statistika yang akan saya pelajari di Universitas Diponegoro ini, saya mempunyai impian antara lain, dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu, mendapat pekerjaan sesuai dengan bidang saya kuasai, menjadi orang yang sukses dan berguna bagi orang lain.
Agar impian itu bukan hanya menjadi sekedar mimpi,semata kita harus memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh. Cara memperjuangkannya yaitu mengawalinya dengan niat yang tulus dan kuat. Dengan landasan niat yang kuat maka kita tidak akan mudah jatuh di tengah perjalanan. Kita harus mempunyai keyakinan atau rasa optimisme bahwa kita dapat menggapai impian kita,sehingga timbul semangat untuk terus berusaha. Setelah kita niat dan yakin kita harus bekerja keras untuk mencapainya.
Impian itu perlu dimiliki oleh setiap orang, karena seseorang yang memiliki impin cendurung memiliki semangat dan motivasi untuk terus menjalani hidup dan memiliki rencana hidup yang lebih terarah dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki impian dan menjalani hidup apa adanya dan tanpa target. Mereka yang tidak memiliki impian sama halnya dengan tidak memiliki tujuan hidup. Impian tidak harus setinggi bintang di langit, kita dapat merencakan impian –impian yang kecil dan sederhana yang ada pada kehidupan sehari-hari kita. Misalnya saja ketika saya masih duduk di kelas 12 SMA, saya sangat ingin menjadi salah satu lulusan terbaik di sekolah saya, maka untuk dapat mewujudkan hal itu, saya terus belajar dengan sungguh-sungguh dan terus berdoa. Ada kalanya seya merasa lelah dan hamper putus asa ketika harus menghadapi materi yang menurut saya sulit, namun dengan niat yang telah saya tanamkan pada diri saya, akhirnya saya bangkit dan terus menyemangati diri saya sendiri. Sampai akhirnya impian saya untuk bisa menjadi salah satu lulusan terbaik di sekolah dapat terwujud. Dalam memilih Perguruan Tinggi pun,saya juga memiliki impian saya sendiri untuk bisa masuk di Universitas Diponegoro, dan lebih khususnya lagi saya ingin bisa diterima pada jurusan Statistika, dengan demikian saya bisa menggapai impian saya untuk menjadi seorang yang Ahli pada bidang Statistik atau System Analis.
Dalam menyusun impian,akan lebih baik jika kita memberi target waktu tertentu yang akan kita gunakan dalam kita mewujudkan impian kita. Hal itu diperlukan agar mimpi kita tidak hanya akan menjadi mimpi sesaat. Dengan adanya target waktu,kita akan termotivasi untuk segera melakukan suatu usaha.
Kita semua mengetahui bahwa untuk mendapatkan hal yang kita inginkan, terkadang banyak halangan dan rintangan yang harus kita hadapi. Entah itu rintangan yang datang dari dalam maupun dari luar diri kita. Maka kita harus memiliki keteguhan hati dan sifat pantang menyerah jika kita tidak ingin berhenti di tengah jalan dan akhirnya harus mengubur impian kita dengan sia-sia. Jangan sampai kita menjadi putus asa dan kehilangan semuanya.
Seringkali kita mendengar orang-orang yang mencemooh kita karena mereka menganggap kalau impian kita yang terlalu tinggi. Untuk menghadapi hal itu sebaiknya kita jangan terpancing dan akhirnya malah melepaskan impian kita. Justru dengan adanya hal itu,kita dapat terpacu untuk dapat membuktikan pada diri sendiri dan orang yang telah mencemooh kita, bahwa kita bisa. Seperti kata pepatah di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Selama kita berusaha dengan sungguh-sungguh dan berdoa kepada Tuhan apapun bisa terjadi.
Sebagai seorang mahasiswa dan akan menjadi orang yang pendidikan tinggi nantinya, tentu kita memiliki banyak kesempatan untuk menyusun mimpi-mimpi dan mewujudkannya. Bukan berarti orang yang tidak berpendidikan tinggi tidak boleh memiliki impian, namun sebagai mahasiswa tentunya kita diberi kebebasan dan kesempatan yang lebih untuk melakukannya. Terutama suatu impian yang bukan hanya diperuntukkan bagi diri sendiri melainkan bagi orang banyak dan bagi bangsa jika mungkin. Maka kita harus pandai-pandai memanfaatkan waktu dan kesempatan yang ada untuk mencapai impian kita.
Saya ingin menjadikan Ilmu Statistika menjadi jembatan bagi saya untuk menggapai semua impian yang saya miliki untuk mencapai kesuksesan dan berguna bagi orang banyak. Dengan niat yang teguh, dan semangat yang besar saya yakin  saya bisa menggapai impian saya. Walaupun tentu akan ada banyak halangan dan rintangan yang menanti di depan saya akan tetap berusaha menguatkan diri. Jangan biarkan orang lain menghentikan impian kita. Dan tidak lupa untuk senantiasa berdoa kepada Tuhan. Dalam target waktu 4 tahun kedepan saya ingin lulus dengan nilai bagus dan segera bekerja serta dapat menyumbangkan kemampuan saya untuk orang lain. Maka untuk mencapai hal itu saya akan bersungguh-sungguh mempelajari, memahami, dan mengamalkan  Ilmu Statistika dan menjadikan Statistika sebagai jembatan menuju impian dan sukses di kemudian hari.




 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar